Inilah 4 Cara Mencari dan Mendapatkan Investor
Dalam sebuah perusahaan, hal yang sangat krusial selain sumber daya manusia adalah uang.
Tanpa uang, agak sulit rasanya sebuah perusahaan dapat bekerja dengan baik.
Salah satu cara untuk mendapatkan dana perusahaan adalah dengan mencari Investor.
Tapi sebelum kalian mengetahui cara mencari investor, kalian harus mengenal tentang Investor terlebih dahulu.
Apa itu Investor?
Investor adalah seseorang atau sekelompok orang yang memberikan uangnya kepada suatu pihak dengan harapan mendapatkan profit.
Mereka, para investor, melakukan investasi berupa sejumlah dana kepada pihak yang ia percayai untuk mengelola uang mereka.
Kegiatan tersebut sebagai bagian dari investasi karena pemberian dana tersebut berjangka panjang.
Jika pemberian dana tersebut berjangka pendek, mereka disebut dengan trader.
Uang yang diterima nantinya akan menjadi tambahan modal untuk dikelola sesuai kebutuhan pihak penerima. Profit yang akan didapatkan kemudian harus dibagi dengan investor.
Keuntungan Mendapatkan Investor
Keuntungan paling utama adalah mendapatkan dana segar. Dana tersebut dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara:
- Melakukan ekspansi bisnis
Usaha yang terbilang sukses adalah usaha yang memiliki banyak cabang.
Namun membuka membuka cabang baru bisa berarti membeli tempat untuk gudang dan tempat berjualan, menambah pekerja, dan lain-lainnya.
Saat itulah kita dapat menggunakan dana investor sebagai bentuk ekspansi bisnis.
- Meningkatkan jumlah aset dan produk
Dana dari para investor juga dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas usaha dengan cara menambah jumlah aset dan produk.
Untuk meningkatkan kegiatan produksi, diperlukan tambahan aset berupa alat dan bahan baku produksi yang lebih banyak. Penambahan tersebut dapat menggunakan dana dari investor.
- Menjaga arus kas
Bagi kalian yang baru merintis di dunia usaha, menjaga arus kas menjadi sangat penting.
Semua tujuan dari pemilik usaha adalah mendapatkan pemasukan dana, tapi terkadang harus mengeluarkan dana yang berlebih.
Sangat mungkin hal tersebut terjadi saat produk yang dijual belum mencapai target, tapi memiliki karyawan dan tagihan yang cukup banyak.
Untuk mengatasi hal tersebut, para pemilik usaha harus bisa mengatur arus kas agar tetap lancar. Salah satu cara agar tetap lancar adalah dengan mencari investor.
Jenis jenis investor
Investor dapat dibagi berdasarkan pelaku investor. Singkatnya pelaku investor merujuk kepada orang ataupun kelompok yang memberikan dana.
Melansir dari Forbes dan Podomoro University, terdapat 5 jenis pelaku investor yang lazim memberikan pendanaan usaha:
- Keluarga, Kerabat, atau Tema
Jika kalian baru saja merintis sebuah usaha, salah satu investor paling mudah adalah dengan memanfaatkan keluarga, kerabat, atau teman, karena mereka adalah orang yang paling dekat
- Bank
Bank dapat dikatakan sebagai investor, namun juga tidak. Biasanya Bank akan memberikan pinjaman dana untuk meningkatkan kegiatan usaha dengan tenggat waktu.
- Angel Investor
Seperti namanya, Angel Investor adalah para investor yang memiliki dana yang cukup banyak dan bersedia menyuntikan dana atau barang bagi pelaku usaha agar dapat terealisasi.
Disebut demikian karena Angel Investor adalah sebutan bagi mereka yang tidak memberikan syarat ketat dan memang berniat untuk membantu usaha kecil untuk berkembang.
- Inkubator
Program yang dikhususkan bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan ide mereka agar mendapatkan pendanaan dikenal sebagai inkubator.
Seperti pertandingan, para pendaftar akan saling berjuang mempresentasikan ide dan produk mereka di depan Investor besar.
Keuntungan apabila ide dan produk kalian terpilih adalah peluang sumber pendanaan lainnya hingga mencapai tingkat yang lebih tinggi
- Investor Korporat
Inilah tingkatan tertinggi dari pelaku investor. Investor Korporat adalah mereka yang telah memiliki peran besar dalam dunia perekonomian dan bersedia menyuntikan sebagian kecil dana yang mereka miliki untuk pelaku usaha.
Cara para korporat melakukan investasi cukup banyak, seperti menyediakan program inkubasi, program akselerator, dan masih banyak lagi.
Bagaimana cara mencari investor?
- Mencari Informasi Tentang Calon Investor
Sebelum kalian mendatangi para investor, kalian harus melakukan riset investor tersebut.
Informasi yang perlu kalian cermati adalah latar belakang, tujuan, minat dan bidang usaha yang menarik perhatiannya, dan jumlah pendanaannya.
Hal tersebut sangat penting karena tidak setiap investor ingin menanamkan modal kepada sebuah usaha baru yang tidak sesuai dengan visi misi mereka.
- Mengikuti Pameran Atau Kompetisi
Ini adalah ajang show-off para pelaku usaha di depan khalayak umum, khususnya calon Investor.
Kesamaan dari kedua hal tersebut adalah memiliki niche atau tema. Kalian hanya perlu menyesuaikan usaha kalian dengan tema pameran atau kompetisi yang kalian ikuti.
Pameran dan kompetisi pun memiliki perbedaan dalam menarik Investor. Saat melakukan pameran, kalian hanya perlu memberikan impresi pertama terbaik kalian dan tentu harus menyediakan produk jadi.
Sedangkan di dalam kompetisi (seperti Akselerator dan Inkubator), kalian harus mematangkan segala sisi, baik dari ide, laporan, hingga prototype atau produk jadi.
- Mengajukan Proposal Kreatif
Setelah menentukan dan menghubungi calon investor, mereka akan meminta kalian untuk membuat proposal.
Proposal bagi investor bertujuan untuk mengetahui lebih dalam usaha kalian, mulai dari latar belakang, visi misi, tujuan, business plan, laporan keuangan, dan dokumen penunjang lainnya.
Dari sisi pembaca, para investor pun ingin proposal yang ia baca tidaklah monoton.
Kalian bisa mendesain proposal kalian sekreatif mungkin atau menampilkan data (data visualization) yang enak dipandang mata sehingga investor tidak bosan dan tertarik membaca proposal kalian hingga akhir.
- Persiapkan Pitch Deck Yang Menarik
Langkah terakhir untuk meyakinkan para investor adalah Pitch Deck.
Dengan Pitch Deck yang menarik, kemungkinan para investor untuk mendanai usaha kalian semakin besar.

pixabay
pixabay